Translate

Kamis, 19 Februari 2015

Pengalaman USM STIS

Wah, gak terasa udah mau ada pendaftaran mahasiswa baru STIS angkatan 57, cukup banyak yang bertanya mengenai pengalaman saya saat mengikuti PMB STIS, hehe, baiklah saya ceritakan…

Gimana perasaan kakak saat tau kalo kakak diterima di STIS?
Tentunya senang sekali bisa diterima di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), menjadi angkatan 56 STIS, senang bisa punya teman baru dari berbagai daerah di Indonesia, apalagi kenal sama “Dia” :v.

“Dia” siapa kak?
Hahaha, kalo Saya ceritakan di sini bisa heboh dhek, biarlah ku pendam rasa ini :’D.

Kakak ranking parallel ya? Ranking berapa kak?
Ketika ditanya ranking, di situ kadang Saya merasa sedih :’v. Dhek, jangankan ranking parallel, ranking kelas aja gak pernah :’) . Saya anak yang biasa-biasa saja di SMA, bahkan pernah menjadi ranking terakhir di kelas (ini ciyus loh).

Ah masa sih? Kok bisa masuk STIS?
Ini pedes banget dhek pertanyaannya :’) , Tidak ada yang tidak mungkin, jika Allah menghendaki, kenapa tidak? Alhamdulillah Allah mengizinkan kakak buat melanjutkan kuliah di STIS.

Gimana sih kak biar bisa diterima di STIS?
Tentunya harus niat, belajar yang giat, ikut Try Out STIS juga cukup membantu sebagai gambaran sebelum mengikuti USM STIS, dan yang penting lagi ya berdoa pada Allah biar diberi kemudahan.
Kak, USM STIS ada 3 tahap? Apa aja? Certain dong pengalaman kakak pas tahap 1, 2, dan 3?
Ya, tahap pertama itu tes akademik, tahap kedua psikotest, tahap ke tiga wawancara dan tes kesehatan. Tahap pertama, Saya memilih lokasi tes di Semarang (Lokasi USM STIS ada di setiap provinsi, kita bebas milih), tahap pertama tes akademik itu terdiri dari Matematika, Bahasa Inggris, Pengetahuan Umum. Setau kakak, bobot penilaiannya itu matematika 6, bahasa inggris 3, Pengetahuan Umum 1, benar dikali 4 dan salah dikali -1, jadi untuk matematika benar 24 poin, salah -6 poin, bahasa inggris benar 12 poin, salah -3 poin, dan pengetahuan umum benar 4 poin, salah -1 poin. Kakak ngerjain matematika 40 soal, bahasa inggris dan pengetahuan umum hampir semua dikerjain, tapi itu banyak yang ngasal (jangan ditiru dhek) hehe, tapi Alhamdulillah lolos juga tahap 1. Tahap 2, psikotest, kakak pilih lokasi di Jakarta (STIS), seinget kakak itu yang diujikan seperti tes aritmatik, melanjutkan gambar (warteg test, coba googling kalo belum tau), terus tes yang menunjukkan kepribadian, misal kamu orang yang lebih suka A atau B, kamu orang yang lebih suka B atau C, kamu orang yang lebih suka A atau C, nah kalo ini menurut kakak sih kuncinya harus jujur, gak usah dibuat-buat, harus konsisten, misal lebih suka A ketimbang B, dan lebih suka B ketimbang C, maka seharusnya kamu lebih suka A ketimbang C, kalo kamu jawab lebih suka C ketimbang A kan jadi keliatan gak konsisten. Ada juga suruh gambar orang, kakak gambarnya jelek banget, wkwk.. gak bisa gambar, kalo masalah psikotest sebenernya susah buat dijelasin, tapi ya itulah yang diujikan. Kemudian tahap 3 wawancara dan kesehatan juga di Jakarta (STIS). Wawancara itu ditanya tentang minat masuk STIS, ditanya tentang keluarga, terus ada juga mengenai pengetahuan kewarganegaraan, kalo kakak Cuma ditanya tentang pancasila, nah, yang konyol itu pas ditanya tentang prestasi akademik dan non akademik, gara-gara pernah juara dance, kakak malah suruh ngedance pas wawancara, breakdance… :D , nah kalo tes kesehatannya itu diukur tinggi dan berat badan, tes urin, tes darah, rongten. Jadi tes kesehatan ini bukan tes fisik lari-lari, push up, sit up, dsb :D.
Sebagai informasi, pendaftar STIS tahun 2014 sekitar 26rb, lolos tahap 1 ada 2000 anak, lolos tahap 2 ada 700 anak, lolos tahap 3 (Diterima di STIS) sekitar 500.

Untuk info resmi mengenai STIS, silahkan lihat di www.stis.ac.id .

Nah, mungkin itu yang bisa Saya bagikan kepada kalian, sekiranya bermanfaat bisa dishare ke teman-temanmu, apabila ada kata-kata yang kurang baik kakak mohon maaf, terima kasih sudah berkunjung di blog kakak :D .

Ini foto-foto kakak di STIS:

Tampil dance di kampus

Foto sama temen kelas

Foto sama temen MP2K